ALAT PELINDUNG DIRI



Alat Pelindung Diri
Menurut Lokakarya Keperawatan (Soeroso, 2002) bahwa pelayanan keperawatan di rumah sakit merupakan bagian integral dari upaya pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan berbentuk pelayanan biologis, psikologis, sosiologis spiritual yang komprehensif/holistik yang ditujukan kepada individu.Kebutuhan akan jumlah perawat yang tinggi, tentu mengharuskan perawat untuk senantiasa menjaga keselamatan saat bekerja. Perawat merupakan salah satu profesi yang sangat membutuhkan kesehatan dan keselamatan kerja. Risiko terpajan penyakit dari pasien sangatlah tinggi sehingga keselamatan dan kesehatan kerja haruslah diutamakan. Selain didukung oleh lingkungan kerja rumah sakit, kesadaran dari setiap perawat sangatlah membantu demi tercapainya keselamatan saat bekerja.
Perawat yang menerapkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) tentu memiliki risiko yang lebih rendah terpajan penyakit dibandingkan dengan perawat yang sama sekali tidak menggunakan APD sebelum memberikan intervensi kepada klien. Kesadaran yang tinggi akan keselamatan diri turut memotivasi perawat untuk memperlengkapi diri dengan APD sebelum bersentuhan dengan pasien. Perawat selain dituntut untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik tetapi juga harus menjaga keselamatannya sendiri sehingga dapat bekerja sesuai dengan Standard OperationalProsedure (SOP) yang berlaku di rumah sakit tempat perawat bekerja.
Alat Pelindung Diri perorangan adalah alat yang digunakan seseorang dalam melakukan pekerjaannya, yang dimaksud untuk melindungi dirinya dari sumber bahaya tertentu, baik yang berasal dari pekerjaan maupun lingkungan pekerjaan dan berguna dalam usaha untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan cedera atau sakit (Syukri, 1997).

Jenis-jenis APD beserta penggunaannya menurut Departemen Kesehatan RI, 2007
1.      Sarung tangan

·         Digunakan bila terjadi kontak dengan darah, cairan tubuh, dan bahan yang terkontaminasi
·          Digunakan bila terjadi kontak dengan selaput lendir dan kulit terluka
·         Sarung tangan rumah tangga daur ulang, bisa dikenakan saat menagani sampah atau melakukan pembersihan
·         Gunakan prosedur ini mengingat resiko terbesar adalah paparan cairan darah, tidak mempedulikan apa yang diketahui tentang pasirn
·         Jangan didaur ulang. Sarung tangan steril harus selalu digunakan untuk prosedur antiseptik misalnya pembedahan
·         Jangan mengurangi kebutuhan cuci tangan meskipun telah memakai sarung tangan
·         Penggunaan sarung tangan dan kebersihan tangan merupakan komponen kunci dalam meminimalkan penyebaran penyakit dan mempertahankan suatu lingkungan bebas infeksi (Garner dan Favero dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya).

2.      Masker/Respirator

·         Melindungi selaput lendir mata, hidung dan mulut saat terjadi kontak atau untuk menghindari cipratan dengan darah dan cairan tubuh
·         Ganti tiap berganti pasien
·         Gunakan untuk pasien dengan infeksi respirasi
·         Masker dengan efisiensi tinggi merupakan jenis masker khusus jika penyaringan udara dianggap penting misalnya pada perawatan seseorang yang dicurigai atau menderita flu burung atau SARS.

3.      Alat Pelindung Mata

·         Gunakan bila terdapat kemungkinan terpapar cairan tubuh untuk melindungi mata
·         Kacamata memberi sedikit perlindungan, tetapi tidak memberikan perlindungan menyeluruh

4.      Alat Pelindung Telinga

·         Sumbat telinga (ear plug): Dapat mengurangi intensitas suara 10 s/d 15 dB
·         Tutup telinga ( earmuff ): Dapat mengurangi intensitas suara 20 s/d 30 dB

5.      Gaun Pelindung

·         Lindungi kulit dari darah dan cairan tubuh
·         Digunakan untuk menutupi atau mengganti pakaian biasa atau seragam lain, pada saat merawat pasien yang diketahui atau dicurigai menderita penyakit menular melalui droplet/airbone.
·         Cegah pakaian tercemar selama prosedur klinis yang dapat berkontak langsung dengan darah dan cairan tubuh

6.      Alat Pelindung Kepala/Topi

·         Digunakan untuk menutup rambut dan kulit kepala sehingga serpihan kulit dan rambut tidak masuk ke dalam luka selama pembedahan
·         Tujuan utama untuk melindungi pemakai/petugas dari darah atau cairan tubuh yang terpercik atau menyemprot.

7.      Apron

·         Terbuat dari karet atau plastik, merupakan penghalang tahan air sepanjang bagian depan tubuh petugas kesehatan.
·         Mengenakan apron di bawah gaun penutup ketika melakukan perawatan langsung pada pasien, membersihkan pasien, atau melakukan prosedurdimana ada risiko tumpahan darah, cairan tubuh atau sekresi.

8.      Pelindung kaki

·         Melindungi kaki dari cedera akibat benda tajam atau benda berat yang mungkin jatuh secara tidak sengaja ke atas tubuh.
·         Hindari menggunakan sandal jepit atau sepatu yang terbuat dari bahan lunak (kain) tidak boleh dikenakan.
Banyak faktor yang mempengaruhi perawat dalam pemakaian Alat Pelindung Diri dalam menjamin keselamatannya sebelum bersentuhan dengan pasien dan melakukan tindakan kperawatan. Dapat dipengaruhi oleh motivasi, perilaku maupun kebiasaan yang biasa dijalankan oleh perawat itu sendiri.Beberapa alasan mengapa Alat Pelindung Diri sering tidak dipakai adalah karena rendahnya kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja, dianggap mengurangi feminitas, terbatasnya faktor stimulan pimpinan dan juga karena tidak enak /kurang nyaman. Oleh karena itu, sebagai perawat kita sudah seharusnya memiliki kesadaran dalam melindungi diri kita sendiri selama melakukan pelayanan, apalagi saat bersentuhan dengan pasien. Karena, dengan penggunaan Alat Pelindung Diri, kita dapat menghindari resiko terpajan penyakit dari pasien.


Apriliani Siburian. 2012. Gambaran Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) terhadap Keselamatan Kerja Perawat IGD RSUD Pasar Rebo Tahun 2012(Skripsi). Depok : Universitas Indonesia.
Eko, P. 2015. Pengaruh Pengetahuan, Sikap, Dan Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Kepatuhan Dalam Menggunakan APD : STIKES
Cendekia Utama Kudus
Wulandini, Roza. 2016.Perilaku Perawat dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Irna Medikal RSUD Pekanbaru Tahun 2016. Jurnal. Riau : Universitas Abdurrab.
Simamora, R.H. 2008. Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta: EGC
Simamora. R.H dan Fathi, A. 2017. Penguatan Pengetahuan Perawat dalam pelaksanaan keselamatan Pasien Melalui Pelatihan Nurshing Hand Over Berbasis Komunikasi SBAR. Seminar Nasional Keperawatan. Bandung: UNPAD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT

MANAJEMEN PENANGGULANGAN KEBAKARAN

PENGENDALIAN BAHAN INFEKSIUS