PENANGANAN DAN PERAWATAN TERKAIT DENGAN RESIKO BAHAYA
Penanganan
dan Perawatan Terkait dengan Resiko Bahaya yang Ditimbulkan
(Tabung
Gas Bertekanan, Jarum Suntik, Panel Listrik)
Dengan
meningkatnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat,
tuntutan pengelolaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di
rumah sakit semakin tinggi.
Agar
dapat tercipta sistem manajemen K3 yang baik, dibutuhkan sumber daya manusia
yang mempunyai kompetensi yang baik pula terutama untuk mendeteksi dan
menangani risiko bahaya yang ada di lingkungan rumah sakit. Untuk dapat
mencapai hal tersebut karyawan rumah sakit harus mengetahui jenis-jenis resiko
bahaya di rumah sakit dan cara pengendaliannya, sehingga rumah sakit yang aman
bagi tenaga kerja, pasien, pengunjung, pengantar pasien, peserta didik dan
masyarakat di sekitar rumah sakit dapat terwujud.
Salah
satu upaya pengendalian resiko bahaya di rumah sakit adalah dengan melakukan
sosialisasi kepada seluruh pekerja rumah sakit tentang resiko bahaya tersebut
sehingga seluruh pekerja mampu mengenal resiko bahaya tersebut. Dengan mengenal
resiko bahaya diharapkan pekerja mampu mengidentifikasi resiko bahaya yang ada
disatuan kerjanya dan mengetahui upaya pengendalian resiko bahaya yang sudah
dilakukan oleh rumah sakit sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pekerja
terhadap sistem pengendalian resiko bahaya yang sudah dilakukan.
Dalam
upaya keselamatan pada tabung gas bertekanan, sangat penting sekali untuk
mengetahui penggunaan yang aman pada tabung gas bertekanan untuk menghindarkan
dari kecelakaan ataupun kebakaran karena salah dalam penangannya.
Tabung
gas bertekanan (contohnya: tabung gas )bisa berbahaya apabila penangannya tidak
sesuai, penanganan yang tepat membutuhkan keahlian khusus.Agar kita bekerja
dengan aman pastikan ada label yang jelas dari instansi yang berwenang
(Asosiasi industri gas, perindustrian, perhubungan ataupun tenaga kerja).Jangan
pernah percaya pada warna tabung, jika perlu kembalikan pada pemasok bila tidak
ada labelnya. Warna pada label pada tabung gas bertekanan menunjukkan sifat
bahayanya (merah : mudah terbakar / flammable; hijau : tidak mudah terbakar /
non flammable; kuning : oksidator; putih : beracun).
Beberapa
jenis tabung gas bertekanan antara lain :
·
Mudah terbakar : propane, buthane,
ethylene oksida, hydrogen, acetilen, dll.
·
Tidak mudah terbakar : nitrogen, helium.
·
Oksidator : oksigen
·
Gas beracun : amonia, sulfur dioksida,
chlorin, dll.
Beberapa
hal yang harus diperhatikan dalam penanganan tabung gas bertekanan adalah tidakmm
menempatkan tabung pada udara panas yang dapat meningkatkan tekanan dalam
tabung, menyiapkan troli khusus yang digunakan saat mengangkat tabung, disimpan
dengan aman agar tidak jatuh/membentur dinding, disimpan sejauh 6m dari oksidator,
tidak menyimpan tabung di area terbuka yang terkena sinar matahari secara
langsung ataupun didekat panel listrik.
Selain
tabung gas bertekanan, resiko bahaya yang paling sering menimbulkan kecelakaan
kerja adalah tertusuk jarum suntik/jarum jahit bekas pasien. Resiko bahaya ini
sebenarnya bukan hanya resiko bahaya fisik karena dimungkinkan jarum bekas yang
menusuk tersebut terkontaminasi dengan kuman dari pasien. Mengingat bahaya
akibat tertular penyakit tersebut cukup besar, maka harus ada prosedur tindak
lanjut paska tertusuk jarum suntik.
Cara
menangani cedera yang disebabkan oleh jarum suntik saat berada di tempat kerja
adalah:
·
Melakukan pertolongan pertama;
Ø Keluarkan
darah dari area yang tertusuk jarum. Lakukan dengan cara membiarkan area luka
yang berdarah di bawah air mengalir selama beberapa menit.
Ø Cuci
luka tersebut dengan sabun yang banyak untuk membunuh semua virus dan bakteri
serta menghilangkan sumber infeksi danmengurangi kemungkinan terjadinya
infeksi.
Ø Keringkan
dan tutup luka. Gunakan material yang steril untuk mengeringkan luka dan segera
balut luka dengan plester antiair atau kain kasa.
Ø Bersihkan
bagian tubuh Anda yang lain dari bercak darah dan cairan yang berasal dari
dalam jarum suntik dengan air.
Ø Teteskan
mata dengan larutan saline (larutan yang mengandung garam), air bersih, atau
cairan steril lainnya. Bersihkan mata dengan lembut jika area tersebut terkena
percikan dari jarum suntik.
Ø Lepas
dan ganti pakaian yang berpotensi terkontaminasi.
·
Meminta bantuan medis;
Ø Segera
minta bantuan medis dengan menjelaskan keadaan luka dan mendiskusikan
kemungkinan tertular penyakit.
Ø Pastikan
apakah ada kemungkinan terjadinya penularan HIV.
Ø Tentukan
apakah ada kemungkinan untuk penularan penyakit yang lain
·
Menindaklanjuti;
Ø Laporkan
kejadian. Cek prosedur dan melaporkan kecelakaan di tempat kerja.
Ø Lakukan
tes serta pengawasan medis selama masa penyembuhan
·
Pencegahan di Lingkungan Kerja dan Pengetahuan;
Ø Buat
rencana tindakan jika terjadi hal yang samua di kemudian hari.
Ø
Selalu pastikan keselamatan kerja di
lingkungan medis, misalnya dengan mengumpulkan dan membuang jarum suntik serta
perlengkapan medis tajam lainnya dengan hati-hati. Gunakan wadah kotak anti air
dengan material yang tidak dapat tertusuk di setiap area perawatan pasien.
Resiko
bahaya listrik terdiri dari konsleting dan kesetrum. Pengendalian yang
dilakukan adalah adanya kebijakan penggunaan peralatan listrik harus memenuhi
Standar Nasional Indonesia (SNI) dan harus dipasang oleh orang yang kompeten.
Seluruh peralatan yang layak pakai akan diberikan label layak pakai berupa
stiker warna hijau, sedangkan yang tidak layak pakai akan diberikan stiker
merah.
Referensi
Simamora,
R. H. 2008. Buku Ajar Pendidikan dalam
Keperawatan. Jakarta : ECG
Simamora,
R. H. dan Fathi, A. 2017. Penguatan
Pengetahuan Perawat dalam Pelaksanaan Keselamatan Pasien Melalui Pelatihan
NursingHand Over Berbasis Komunikasi SBAR. Seminar Nasional Keperawatan.
Bandung : UNPAD
Simamora,
R.H. 2012. Buku Ajar Manajemen
Keperawatan. Jakarta : EGC
Departemen Kesehatan RI. 2008. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya. Jakarta : Departemen, Kesehatan RI.
Keputusan
Menteri Kesehatan RI No. 1087 tahun 2010 tentang Standar Kesehatan dan
Keselamatan Kerja Rumah Sakit.
Komentar
Posting Komentar